Balada balada
Ini sedikit sharing tentang yang mau tau sukadukanya mendapatkan karyawan yg totalitas dan loyal..
Beraneka macam karakter yg sudah-sudah, ada yg kabur gitu aja, ada yg ga biasa kerja, ada yg coba-coba, ada yg ga dapat izin pacarnya haha lucu semua, ada yg suka ngegosip, ada yg suka adu domba, ada yg males-malesan, ada yg pura-pura pingsan ada ada adaaa aja..
Padahal ya semua menyatakan butuh pekerjaan.
Tapi kenapa semua menjadi lucu..
Ya setelah ini mari kita bahas yg agak panjang.
Sumber Daya Manusia menjadi sangat penting karena hal inilah yang akan menggerakkan usaha Anda sehari-hari nantinya. Bila Anda memulai usaha ini sendirian mungkin tidak akan terlalu jadi masalah. Tapi, kalau Anda merekrut pegawai dalam usaha Anda, maka Anda harus memperhatikan masalah kepribadian dan kemampuannya. Kalau pegawai Anda akan berhadapan langsung dengan pelanggan Anda, pilihlah orang yang sopan dan ramah. Bagaimana, sih, lika-liku merekrut dan mengelola pegawai?
Sebagai pelaku usaha maka Anda harus berani menempatkan diri sebagai pemimpin usaha itu. Ketika usaha berkembang pengusaha juga membutuhkan karyawan dan biasanya pengusaha menginginkan karyawan yang sudah ‘jadi’. Karena itulah ketika mencari karyawan sebaiknya tulislah 6-7 kriteria, baru dicari calon yang memenuhi. Tapi yakinlah tidak bisa 100% semua syarat tersebut dipenuhi, maka harus diambil prioritas kriteria yang paling utama. Kekurangan beberapa kriteria itu merupakan tanggung jawab pimpinan untuk membinanya.
Begitu pentingnya peran karyawan dalam memberikan pelayanan, sehingga banyak para pengusaha yang berpendapat bahwa mereka harus menjual 20 % produk, sisanya menjual pelayanan. Sektor pelayanan ini sangat berhubungan erat dengan emosi pelanggan, kalau produknya bagus ditambah dengan pelayanan yang ramah, cepat dan efisien, maka dijamin konsumen akan loyal dengan produk kita. Sebaliknya, karyawan yang jutek tak hanya membuat pembeli kapok dan malas melakukan transaksi tetapi juga enggan untuk kembali lagi ke tempat usaha semula. Sementara bagi pemilik usaha, ia kehilangan kesempatan menuai keuntungan akibat sikap karyawan yang minus terhadap konsumen. Padahal sesuai dengan pepatah lama, yang menganggap seorang pembeli adalah raja mewajibkan pemilik usaha untuk memberikan service sebaik mungkin kepada pelanggannya.
Merekrut karyawan ternyata tak semudah metromini mengangkut penumpang di halte. Sebab, ada beberapa langkah yang harus dilalui selama proses perekrutan tersebut. Memang, itu bukan patokan mati. Sebab, semuanya tergantung dari keinginan Anda. Mau pilih simpel atau konsisten melalui semua tahap.
Menambah karyawan bisa terjadi secara mendadak. Bisa karena ada order besar yang datang tiba-tiba, ada pekerjaan baru di perusahaan, kebutuhan regenerasi untuk menjaring wajah-wajah baru, hingga karena karyawan yang mengundurkan diri mendadak. Nah, daripada pesanan terbengkalai, merekrut karyawan anyar adalah sebuah pilihan.
Ada beberapa hal yang tampaknya perlu kita cermati ketika akan menggaet pegawai baru.
1. Merekrut orang harus sesuai dengan sifat, misalnya minat bekerja di restoran tapi tidak mau melayani orang dan susah tersenyum tentu tidak cocok. Jadi bukan hanya skill, tapi attitude juga harus disesuaikan dengan bisnisnya. Wajah cantik dan ganteng saja tidak cukup. Sebagai pemilik perusahaan, kita juga perlu karyawan yang mengantongi sederet persyaratan yang kita ajukan. Tujuan utama dari proses perekrutan dan seleksi ini adalah untuk mendapatkan orang yang tepat di bidangnya agar mereka mampu bekerja secara optimal. Memang, kedengarannya sederhana dan sangat simpel. Namun, sejatinya proses tersebut sangat kompleks, memakan waktu lama, dan biayanya besar. Sudah begitu, tidak ada jaminan bahwa si calon karyawan itu benar-benar sesuai dengan keinginan si pengusaha. Ini ibarat berjudi bagi pengusaha.
2. Karena bisnis UKM itu skalanya kecil maka interaksi dengan pemilik tinggi, maka harus ada kecocokan sifat. Kalau merekrut kalangan keluarga belum tentu cocok sifatnya, malahan kita kadang tidak bisa membedakan hubungan profesional dengan kekerabatan. Kecuali anak yang bisa membantu. Karyawan ini bisa dicari lulusan sekolah kejuruan.
3. Setelah merekrut dan mengembangkan keahlian, perlu memperhatikan leadership atau kepemimpinan karyawan. Karena semakin besar perusahaan, maka harus ada level selanjutnya yang diserahi sebagian pengelolaan perusahaan, dan kepemimpinan karyawan ini harus dilatih benar. Pemegang pekerjaan harus tahu tugasnya secara tepat.
4. Imbal jasa dengan menerapkan open management sangat bagus bagi usaha UKM, dimana karyawan tahu seberapa besar keuntungan perusahaan sehingga meningkatkan sense of belonging atau rasa memiliki perusahaan.
Menyewa Tenaga Kontrak.
Ada kalanya, perusahaan harus mendapatkan karyawan tambahan dalam periode waktu tertentu. Hal ini biasanya karena ada order besar, atau pesanan produk yang harus selesai pada waktu tertentu. Salah satu jalan yang ditempuh pengusaha adalah mencari karyawan kontrak atau pekerja yang dibayar harian atau mingguan bahkan ada yang dibayar berdasarkan produk yang diselesaikan. Misalnya pengusaha katering yang mendapatkan order di luar kemampuan karyawan tetapnya atau pengusaha souvenir yang menerima banyak order yang harus diselesaikan segera.
Menyewa tenaga kontrak cukup menguntungkan kedua belah pihak. Si tenaga kontrak bisa mendapatkan pengalaman, uang, dan kesempatan untuk belajar di perusahaan tersebut. Sebaliknya, pengusaha juga merasa terbantu dengan tenaga lepas yang sudah mempunyai pengetahuan dasar di bidangnya dan tak perlu repot menggaji bulanan.
Cara Merekrut Karyawan
Umumnya, para pengusaha pasti akan menyebarkan informasi bahwa bisnis yang sedang dijalankannya sedang membutuhkan tenaga tambahan. Menjaring wajah baru bisa melalui beragam cara. Contohnya, melalui iklan, perusahaan pencari tenaga kerja, lembaga pendidikan, organisasi buruh, dan sebagainya. Perusahaan juga memilih lebih dari satu metode, tergantung dari situasi dan kondisi yang terjadi saat itu. Mana yang lebih efektif?
Dengan pertimbangan tertentu, beberapa pengusaha mengaku lebih suka mengambil tenaga kerja dari lingkungan sekitar mereka. Salah satu pertimbangannya, lokasi dan keamanan perusahaan. Jika karyawan bermukim di belasan bahkan puluhan kilometer dari tempatnya bekerja, tentu saja akan menggerus upah untuk ongkos transportasi. Apalagi perusahaan yang buka 24 jam dan menerapkan sistem kerja berdasarkan shift, bila tidak didukung oleh tenaga kerja dari lingkungan sekitar tentu akan kerepotan saat mereka bekerja di shift malam.
Beberapa pengusaha juga mencari karyawan hasil rekomendasi dari sahabat dan kerabat terdekat. Informasi dari mulut ke mulut, juga biasanya lebih tepat sasaran, karena kualitas dan kriteria sudah terbukti dan ada penjamin dari si pemberi rekomendasi. Sebab, mau tak mau si pemberi rekomendasi ikut bertanggung jawab dengan kinerja si pekerja. Selain itu, ongkosnya lebih ngirit, karena tidak mengeluarkan biaya untuk beriklan di koran.
Menentukan Kriteria
Apa yang perlu diperhatikan soal kualifikasi pegawai? Banyak pengusaha UKM yang tak mengharuskan karyawannya mengantongi ijazah perguruan tinggi. Siapapun orangnya, asal punya keistimewaan dan keterampilan di bidangnya, bekerja bagus, mau belajar, jujur, dan loyal itu sudah cukup. Yang diutamakan keahlian ketimbang pendidikan formal.
Karakter karyawan juga perlu. Persoalan karakter ini jadi penting, terutama untuk pekerjaan yang berhubungan dengan uang. Misalnya, untuk bagian penagihan atau keuangan. Jika si karyawan tukang tilap, tagihan bisa “hilang mendadak” karena duitnya dipakai duluan.
Bagi pengusaha di bidang pelayanan atau jasa seperti bengkel motor mobil, selain keterampilan, prestasi di bangku sekolah juga menjadi ukuran. Biasanya dicari lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK yang dulu bernama STM). Selain itu, calon karyawan juga melalui tes psikologi, tes IQ, tes teknis, dan tes wawancara. Penetapan syarat yang sedemikian itu ternyata tak melunturkan minat para pelamar.
Merencanakan Pelatihan
Setelah mendapat karyawan baru, yang harus dipikirkan kemudian ialah melatihnya. Ada yang menyebutnya sebagai masa magang karyawan, atau masa kontrak. Tujuannya untuk mengenalkan dan memahamkan karyawan baru terhadap bidang yang akan mereka geluti. Kendati penting, sejumlah perusahaan meniadakan kegiatan ini.
Bagi pengusaha, pelatihan ini bisa menjadi titik awal menilai kinerja karyawan. Umumnya, ada eveluasi di setiap periode tertentu. Pengusaha berhak menilai perilaku, tanggung jawab, penghargaan terhadap pekerjaan, absensi, dan kompetensi. Jika sesuai dengan standar, artinya karyawan berhak untuk tinggal di perusahaan tersebut. Sebaliknya, calon karyawan harus rela cabut karena dinyatakan tidak lulus.
Menurut pengalaman para pengusaha, tak sulit menentukan si karyawan anyar berhak menjadi karyawan tetap atau tidak. Kita cukup melihat performa selama enam bulan hingga satu tahun. Jika selama menjalani masa percobaan si calon karyawan tersebut tidak pernah mendapat peringatan, teguran, atau tidak melakukan kesalahan, berarti si pengusaha tidak salah pilih orang.
Seandainya ane udah punya RM ( restaurant manager) sih enak aja .. sementara semua nya masih ane handle sendiri karena banyak hal yg perlu dipertimbangkan untuk memiliki seorang RM.
Kalo ditanya ngapain kerjanya restaurant manager? Kok, kerjanya cuma duduk-duduk nemenin tamu, hahaha, hihihi, kemudian setelah itu pulang. Enak banget ya?
Orang yang punya pendapat kalau restaurant manager (RM) kerjanya cuma duduk-duduk enggak sepenuhnya salah, karena memang salah satu kerjanya RM itu memastikan tamu mendapatkan apa yang mereka inginkan. Nah, caranya adalah mengajak tamu ngobrol. Kalau tamunya asyik, obrolan bisa panjang, dan tidak menutup kemungkinan akan penuh dengan canda tawa.
Selain ngajak tamu ngobrol, apalagi sebenarnya kerjanya RM?
Kita mulai dari yang awal banget ya. RM biasanya juga terlibat dalam perekrutan pegawai. Dia yang akan menyeleksi, siapa-siapa saja yang bisa diajak join. Dia kudu seleksi orang-orang yang bisa diajak kerja dalam tim
Mengelola resto itu penuh risiko, makanya sejak awal kudu selektif pilih staf. Kalo menurut pengalaman saya, kadang seorang RM yang pindah kerja ke tempat baru suka ngajak 'gerbong'. Maksudnya adalah juga ngajak staf-stafnya dari tempat lama. Mengapa dia melakukan itu? Karena dia sudah tahu kualitas timnya.
Kalo memang timnya adalah orang-orang baru, apalagi yang 'baru' dalam artian minim pengalaman, maka RM berkewajiban untuk memberikan training. Karena itu, selain manager, seorang RM haruslah seorang trainer. Dia juga kudu bisa jadi guru dan motivator. Berat juga ya?
Kalo timnya sudah siap, maka restoran pun siap dibuka buat publik. Apakah kerja seorang RM sudah berakhir sampai di situ? Enggaklah, justru inilah saatnya untuk melihat apakah training yang diberikan sudah teraplikasi dengan baik di lapangan.
Sebagai orang yang paling bertanggung jawab akan maju mundurnya sebuah restoran, RM biasanya dibantu oleh asisten, supervisor, dan seterusnya hingga sampai ke bush boy. Di sini nanti akan ada saling lapor: asisten melapor ke RM, supervisor lapor ke asisten, captain lapor ke supervisor, waiter lapor ke captain, dan seterusnya.
Simpelnya RM itu punya kerja harian, kerja mingguan dan kerja bulanan.
Kerja hariannya, datang ke restoran, cek log book, cek komposisi staf, cek dapur, cek stok, cek kebersihan semua area resto, intinya ngecek pokoknya.
Oiya, resto itu punya tiga tahapan: pertama persiapan, kedua operasional, ketiga penutupan.
Persiapan adalah, saat di mana semua staf resto mempersiapkan segala hal. Staf dapur nyiapin bahan-bahan mentah, mereka iris-iris bawang, cabe, jamur, potong-potong daging, baik daging sapi, ikan maupun ayam.
Staf depan mempersiapkan peralatan makan, bisa sendok, garpu dan piring, membersihkan meja, kursi, menu dan lain-lain. Kalau semua udah oke, maka mulai tahapan kedua yakni operasional, di mana resto dibuka untuk umum.
Bagus atau tidaknya operasional akan sangat tergantung dari tahap persiapan. Kalo persiapannya bagus, insya Alloh operasional akan berjalan lancar. Kalau sebaliknya, persiapannya enggak bagus, operasional bakalan acak kadut. Kalau udah mau ditutup, restoran biasanya punya waktu 'pemanasan' sebelum tutup. Namanya 'last order'.
Di mana peran RM dalam ketiga tahapan itu?
Di sini pentingnya RM: memastikan persiapan memang oke. Ketika operasional juga RM pun kudu memastikan semua berjalan sesuai dengan SOP. Begitu juga ketika mau tutup, RM juga mesti mastiin kalau semua baik-baik aja. Jadi kerjanya RM itu Kalo mau disederhanakan adalah 'mastiin'.
Setelah kerja harian beres, RM juga punya kerja mingguan dan kerja bulanan, biasanya menyangkut administrasi. Dia bertanggung jawab mengirim absen stafnya ke bagian keuangan, dan dia juga mengecek arus keluar masuknya barang, biasanya di bantu asisten atau supervisor.
Di luar tugas administratif, RM juga harus memberikan 'penghargaan' kepada staf yang berprestasi. Dia juga kudu memberikan 'hukuman' kepada staf yang bandel. Dia juga harus menjadi 'jembatan' yang baik antara owner dan semua staf resto.
Itulah garis besar kerjaan seorang RM, bagaimana dengan mengatasi komplen tamu? Promosi ke media? Berhubungan dengan supplyer? Ngadapin petugas dan aparat lainnya? Ya itu juga bagian dari kerjaan RM.
Seperti baca buku bisnis. Good info brotha. Pasti berguna buat orang orang yg sedang atau akan menjakankan bisnis. Keep hard rock in yess. Nyari karyaan loyal tuh kek nyari pacar menurut gw sih. Hahahaha
BalasHapus